Senin, 11 Februari 2013

Skripsi SDM pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja PNS


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Adanya perkembangan teknologi yang semakin maju dari masa ke masa, membuat persaingan dalam dunia pekerjaan meningkat. Hal ini dikarenakan adanya globalisasi dan modernisasi. Jika suatu organisasi atau instansi tidak bisa menyikapi hal tersebut, maka kelangsungan kegiatan atau pekerjaan di dalam organisasi atau instansi tersebut akan terhambat. Untuk itu, diperlukan adanya sistem yang baik yang harus dimiliki oleh setiap organisasi. Sebuah instansi harus didukung sumber daya manusia yang cakap karena sumber daya manusia sangat berperan dalam menjalankan usaha atau kegiatan di dalam instansi tersebut (Soekidjo Notoatmodjo, 2003 : 2).
Perlu disadari, bahwa untuk mengimbangi perubahan-perubahan dan kemajuan dalam berbagai aspek yang mempengaruhi beban kerja pimpinan dituntut tersedianya tenaga kerja yang setiap saat dapat memenuhi kebutuhan. Untuk itu, seorang pimpinan harus dapat mengelola sumber daya-sumber daya secara efektif dan efisien terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dalam kondisi seperti ini, bagian kepegawaian juga dituntut harus selalu mempunyai strategi baru untuk dapat mengembangkan dan mempertahankan pegawai yang cakap yang diperlukan oleh suatu instansi. Untuk mendapatkan pegawai yang profesional dan berintegritas memang harus dimulai dari seleksi penerimaan, penempatan, promosi sampai dengan pengembangan pegawai tersebut.
Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatan kinerja pegawai adalah dengan melalui pengembangan pegawai yaitu dengan melakukan pendidikan dan pelatihan (Ambar T.S dan Rosidah, 2003: 175). Untuk mencapai kinerja yang diharapkan dalam suatu organisasi atau instansi, para pegawai harus mendapatkan program pendidikan dan pelatihan yang memadai untuk jabatannya sehingga pegawai terampil dalam melaksanakan pekerjaannya (Anwar, 2005:67). Untuk meningkatkan mutu atau kinerja pegawai melalui pendidikan dan pelatihan harus dipersiapkan dengan baik untuk mencapai hasil yang memuaskan. Peningkatan mutu atau kinerja harus diarahkan untuk mempertinggi keterampilan dan kecakapan pegawai dalam menjalankan tugasnya (Widjadja, 1995:73).
Untuk menciptakan sumber daya manusia, aparatur yang memiliki kompetensi tersebut diperlukan peningkatan mutu profesionalisme, sikap pengabdian dan kesetiaan pada perjuangan bangsa dan negara, semangat kesatuan dan persatuan, dan pengembangan wawasan Pegawai Negeri Sipil. Oleh sebab itu, suatu instansi harus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Untuk meningkatkan kualitas atau kemampuan-kemampuan pegawainya tersebut, dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat). Karena pendidikan dan pelatihan merupakan bagian tidak terpisahkan dari usaha pembinaan Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh.
Pengembangan pegawai sangat diperlukan dalam sebuah instansi, karena dengan adanya program tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan pegawai. Pendidikan dan pelatihan (diklat) pegawai juga dirancang untuk memperoleh pegawai-pegawai yang mampu berprestasi dan fleksibel untuk suatu instansi dalam geraknya ke masa depan. Pentingnya pendidikan dan pelatihan bukanlah semata-mata bagi pegawai yang bersangkutan, tetapi juga keuntungan organisasi. Karena dengan meningkatnya kemampuan atau keterampilan para pegawai, dapat meningkatkan produktivitas kerja para pegawai. Produktivitas kerja meningkat berarti organisasi yang bersangkutan akan memperoleh keuntungan (Soekidjo Notoadmodjo, 2003:31). Pendidikan dan pelatihan juga merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian pegawai. Oleh karena itu setiap organisasi atau instansi yang ingin berkembang, pendidikan dan pelatihan pegawainya harus memperoleh perhatian yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawainya tersebut (Soekidjo Notoatmodjo, 2003 : 30).
Dengan adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi karyawan, maka hendaknya pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) dapat dilakukan secara kontinue atau berkelanjutan. Dan dengan adanya pemberian pendidikan dan pelatihan bagi pegawai negeri sipil, maka diharapkan para birokrat dapat mempersembahkan kinerja yang maksimal bagi instansinya. Melihat pentingnya sumber daya manusia dalam suatu organisasi atau instansi, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa manusia adalah aset yang paling penting dan berdampak langsung pada organisasi atau instansi tersebut dibandingkan dengan sumber daya-sumber daya lainnya. Karena manusia memberikan tenaga, pikiran, bakat, kreativitas, dan usaha mereka kepada organisasi atau instansi tersebut.
Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Sanggar Kegiatan Belajar Ranomeeto sebagai suatu instansi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat secara langsung dalam bidang pemberdayaan dan pendidikan masyarakat juga harusnya mampu mempersembahkan kinerja yang terbaik kepada masyarakat. Dalam hal ini, UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan juga telah memberikan program diklat kepada pegawainya demi meningkatkan kinerja dan menunujukkan eksistensinya kepada masyarakat. Hal ini terbukti dengan pemberian program diklat baik diklat prajabatan maupun diklat jabatan yang terdiri dari diklat fungsional yang diselenggarakan bagi para pegawai UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan.
Setiap program diklat dilaksanakan, UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan selalu mengikutsertakan pegawainya baik yang pegawai kelompok jabatan fungsional maupun pegawai bagian urusan tata usaha untuk mengikuti program pendidikan pelatihan seperti program diklat di tingkat diklat prajabatan dan diklat fungsional. Pengadaan diklat ini ditujukan agar pegawai negeri sipil yang bernaung didalam UPTD SKB Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan dapat menjalankan fungsi dan tugasnya terutama dalam rangka memberikan pelayanan administratif serta layanan kependidikan kepada masyarakat.
Berdasarkan observasi sementara pada Kantor UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, ditemukan bahwa kebanyakan pegawai kurang aktif dalam menjalankan pekerjaannya, namun setelah diselenggarakan program pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional yang diikuti oleh seluruh pegawai UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan terlihat para pegawai sangat responsif dalam melaksanakan pekerjaannya.
Berkaitan dengan perubahan perilaku kerja pegawai tersebut sesuai dengan pengamatan sementara, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT) TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA UPTD SANGGAR KEGIATAN BELAJAR RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN.”

1.2              Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: “Apakah Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat) berpengaruh signifikan Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan?”

1.3              Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan.

1.4              Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1.      Sebagai salah satu syarat dalam menempuh Ujian Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo.
2.      Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumbangan pemikiran dan masukan bagi instansi terkait dalam meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan.
3.      Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lainnya dimasa yang akan datang yang memiliki relevansi dengan hasil penelitian ini.

1.5              Ruang Lingkup
Untuk menjaga konsistensi dan keterarahan penulisan, maka penulis membatasi ruang lingkup pembahasannya pada pengujian pengaruh pendidikan pelatihan (diklat) terhadap kinerja pegawai negeri sipil UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Untuk mendapatkan batasan-batasan yang lebih jelas mengenai variabel-variabel yang akan diteliti, maka definisi variabel yang digunakan dalam pengertian ini adalah :
1.      Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) (X)
Pendidikan dan pelatihan adalah kegiatan yang dilakukan oleh suatu instansi baik negeri maupun swasta yang dilaksanakan secara rutin yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan, pengetahuan dan kepribadian pegawai untuk melaksanakan pekerjaan yang dibebankan kepadanya baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.
2.      Kinerja PNS (Y)
Kinerja PNS adalah prestasi kerja atau hasil kerja (output) yang dicapai oleh pegawai negeri sipil dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab atau beban kerja yang diberikan padanya.

jika ingin hasil lebih lanjut silahkan hubungi pada no 085241644569 An. ARDAL ARFANI

4 komentar:

  1. boleh liat lebih lanjut skripsinyaaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hubungi aja no yg tertera pada blog ini,

      Hapus
  2. Mau donk kelanjutan skripsinya. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan menghubungi no Uganda tertera pada blog ini

      Hapus